Rabu, 28 November 2012
Central Processing Unit
Ø
Pengertian
CPU
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah CPU ini lebih sering
digunakan untuk menyatakan perangkat komputer yang berupa kotak (casing) yang
di dalamnya terdapat beberapa perangkat keras (hardware), seperti motherboard,
hardisk, memori (RAM card), VGA card, sound card, LAN card, modem, power
suplay, dan perangkat-perangkat keras lainnya. Akan tetapi, yang dimaksud
dengan CPU sebenarnya adalah perangkat keras yang terdapat di dalam casing
komputer tersebut dan biasanya terdapat pada bagian motherboard.
Central processing unit atau disingkat dengan CPU merupakan
bagian terpenting dari sebuah komputer. Karena di bagian inilah semua aktivitas
kerja komputer dikendalikan. Apa yang disebut dengan kecerdasan komputer
sebenarnya ada di bagian ini. Inilah otaknya komputer.
CPU adalah perangkat komputer yang menerima berbagai input
dan kemudian menghasilkan output tertentu. Mayoritas komputer mampu
melaksanakan beberapa perintah dalam satu waktu. Perlu diketahui bahwa
kebanyakan komputer sekarang ini mampu melakukan perintah dalam kecepatan
cahaya. CPU bisa melakukan perintah satu milyar per detik!
Setiap bagian-bagian CPU bekerja bersama-sama atau kolektif.
Kecepatan dan keakuratan kerja CPU merupakan salah satu keunggulan dari sebuah
komputer. Kecepatan kerja CPU dilambangkan dengan satuan hertz.
Chip CPU terdiri dari beberapa bagian atau fungsi.
Bagian-bagian CPU antara lain adalah sebagai berikut.
1.
Control Unit (CU)
Unit kontrol mengarahkan aliran data dan
instruksi di dalam komputer. Unit kontrol ini dapat digambarkan sebagai
manajernya CPU. Ia mengawasi atau memantau seluruh fungsi atau sistem komputer
yang diatur oleh program-program. Program ini terdiri dari sirkuit elektronik
yang mengirimkan sinyal ke komponen lain dalam komputer. Tugas
dari unit kendali ini adalah:
·
Mengatur dan mengendalikan alat-alat
input dan output.
·
Mengambil instruksi-instruksi dari
memori utama.
·
Mengambil data dari memori utama (jika
diperlukan) untuk diproses.
·
Mengirim instruksi ke ALU bila ada
perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
·
Menyimpan hasil proses ke memori
utama.
2.
Arithmetic Logical Unit (ALU)
Bagian CPU ini merupakan salah satu bagian
yang terpenting. Unit aritmetik logika (ALU) terdiri dari sirkuit elektronik
yang membuatnya mampu melaksanakan operasi aritmatika dan logika. Ia
mengeksekusi instruksi dan melakukan perhitungan (tambah, kali, kurang, dan
bagi) dan perbandingan.
ALU bekerja dengan register yang berbeda
untuk menyimpan data atau informasi tentang tindakan terakhir yang dilakukan
oleh unit logika. ALU mampu membandingkan huruf, angka, atau karakter khusus.
3.
Register
Bagian CPU berikutnya adalah register.
Register merupakan perangkat memori sementara yang menyimpan data. Register
membantu CPU dalam melaksanakan instruksi. Mereka dikelola oleh unit kontrol.
Register berfungsi untuk tempat penyimpanan
yang berisi data dan informasi lainnya yang sering dibutuhkan ketika sebuah
program sedang berjalan. Register dimaksudkan untuk dapat diakses dengan sangat
cepat.
Yang termasuk register di antaranya adalah
register uji dan instruksi. Register instruksi berisi instruksi CPU sedangkan
register uji dimaksudkan untuk menyimpan hasil kerja yang dilakukan oleh CPU.
4.
CPU Interconnections
CPU Interconnec
adalah sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU,
yaitu ALU, unit kontrol dan register-register dan juga dengan bus-bus eksternal
CPU yang menghubungkan dengan sistem lainnya, seperti memori utama, piranti
masukan /keluaran.
5.
Clock
Bagian CPU yang lain adalah sistem waktu.
Sistem terbuat dari sirkuit waktu untuk mengukur tugas yang dilakukan oleh CPU.
Kinerja prosesor umumnya diukur dalam "hertz."
Ø Cara
Kerja CPU
Saat data dan/atau instruksi dimasukkan ke
processing-devices, pertama sekali diletakkan di RAM (melalui Input-storage);
apabila berbentuk instruksi ditampung oleh Control Unit di Program-storage,
namun apabila berbentuk data ditampung di Working-storage).
Jika register siap untuk menerima pengerjaan eksekusi, maka
Control Unit akan mengambil instruksi dari Program-storage untuk ditampungkan
ke Instruction Register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi
tersebut ditampung di Program Counter. Sedangkan data diambil oleh Control Unit
dari Working-storage untuk ditampung di General-purpose register (dalam hal ini
di Operand-register).
Jika berdasar instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah
arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan
berdasar instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di Accumulator. Apabila
hasil pengolahan telah selesai, maka Control Unit akan mengambil hasil
pengolahan di Accumulator untuk ditampung kembali ke Working-storage.
Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka Control Unit
akan menjemput hasil pengolahan dari Working-storage untuk ditampung ke
Output-storage. Lalu selanjutnya dari Output-storage, hasil pengolahan akan
ditampilkan ke output-devices.
Sementara itu, untuk CPU atau prosesor yang lebih rumit dan
canggih terdapat bagian yang disebut Cache Memory, yaitu bagian CPU yang
dirancang untuk mempercepat akses data dari dan ke peralatan penyimpanan data
luar (external data-storage device).
Pada dasarnya, fungsi dari masing-masing bagian CPU tersebut
didukung dan diatur oleh sejumlah perintah software yang masuk ke dalam memori
komputer (RAM). Secara sederhana, alur kerja komputer yang melibatkan fungsi
CPU dapat dijelaskan sebagai berikut.
·
Data masuk ke dalam komputer melalui perangkat
masukan, seperti keyboard, mouse, dan lain-lain.
·
Data mengalir menuju ke memori komputer melalui
CPU melalui kabel antarmuka (interface) dan kembali ke CPU.
·
Data yang kembali ke CPU dari RAM diterjemahkan
oleh unit pengolahan yang disebut dekoder perintah yang kemudian diteruskan
pada bagian ALU untuk mengalami proses selanjutnya dan disimpan dalam register.
·
Data yang telah diolah dalam ALU dapat dikirim
kembali ke memori atau disimpan pada register yang lain untuk penggunaan
tertentu, misalnya diakses melalui perangkat keluaran.
Ø Fungsi
CPU
CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih
kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi
aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari
informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti papan
ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus.
CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat
lunak komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan
membacanya dari media penyimpan, seperti cakram keras, disket, cakram padat,
maupun pita perekam.
Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih
dahulu pada memori fisik (RAM), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat
unik yang disebut alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data
pada RAM dengan menentukan alamat data yang dikehendaki. Saat sebuah program
dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit yang disebut dengan bus, yang
menghubungkan antara CPU dengan RAM.
Data kemudian didekode dengan menggunakan unit proses yang
disebut sebagai pendekoder instruksi yang sanggup menerjemahkan instruksi. Data
kemudian berjalan ke unit aritmatika dan logika (ALU) yang melakukan kalkulasi
dan perbandingan. Data bisa jadi disimpan sementara oleh ALU dalam sebuah
lokasi memori yang disebut dengan register supaya dapat diambil kembali dengan
cepat untuk diolah.
ALU dapat melakukan operasi-operasi tertentu, meliputi
penjumlahan, perkalian, pengurangan, pengujian kondisi terhadap data dalam
register, hingga mengirimkan hasil pemrosesannya kembali ke memori fisik, media
penyimpan, atau register apabila akan mengolah hasil pemrosesan lagi. Selama
proses ini terjadi, sebuah unit dalam CPU yang disebut dengan penghitung
program akan memantau instruksi yang sukses dijalankan supaya instruksi
tersebut dapat dieksekusi dengan urutan yang benar dan sesuai.
Ø Percabangan
instruksi
Pemrosesan instruksi dalam CPU dibagi atas dua tahap, Tahap-I
disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute.
Tahap-I berisikan pemrosesan CPU dimana Control Unit mengambil data dan/atau
instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan
CPU dimana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke
main-memory untuk ditampung di RAM, setelah Instruction Fetch dilakukan.
Waktu pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II
disebut waktu siklus mesin (machine cycles time). Penghitung program dalam CPU
umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian, beberapa instruksi dalam
CPU, yang disebut dengan instruksi lompatan, mengizinkan CPU mengakses
instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini disebut juga percabangan
instruksi (branching instruction).
Cabang-cabang instruksi tersebut dapat berupa cabang yang
bersifat kondisional (memiliki syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah
cabang yang bersifat non-kondisional selalu berpindah ke sebuah instruksi baru
yang berada di luar aliran instruksi, sementara sebuah cabang yang bersifat
kondisional akan menguji terlebih dahulu hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat
apakah cabang instruksi tersebut akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji
untuk percabangan instruksi disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.
Ø
Bilangan yang dapat ditangani
Kebanyakan CPU dapat menangani dua jenis bilangan, yaitu
fixed-point dan floating-point. Bilangan fixed-point memiliki nilai digit
spesifik pada salah satu titik desimalnya. Hal ini memang membatasi jangkauan
nilai yang mungkin untuk angka-angka tersebut, tetapi hal ini justru dapat
dihitung oleh CPU secara lebih cepat.
Sementara itu, bilangan floating-point merupakan bilangan
yang diekspresikan dalam notasi ilmiah, di mana sebuah angka direpresentasikan
sebagai angka desimal yang dikalikan dengan pangkat 10 (seperti 3,14 x 1057).
Notasi ilmiah seperti ini merupakan cara yang singkat untuk mengekspresikan
bilangan yang sangat besar atau bilangan yang sangat kecil, dan juga
mengizinkan jangkauan nilai yang sangat jauh sebelum dan sesudah titik
desimalnya. Bilangan ini umumnya digunakan dalam merepresentasikan grafik dan
kerja ilmiah, tetapi proses aritmatika terhadap bilangan floating-point jauh
lebih rumit dan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih lama oleh CPU karena
mungkin dapat menggunakan beberapa siklus detak CPU.
Beberapa komputer menggunakan sebuah prosesor sendiri untuk
menghitung bilangan floating-point yang disebut dengan FPU (disebut juga math
co-processor) yang dapat bekerja secara paralel dengan CPU untuk mempercepat
penghitungan bilangan floating-point. FPU saat ini menjadi standar dalam banyak
komputer karena kebanyakan aplikasi saat ini banyak beroperasi menggunakan
bilangan floating-point.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar