Rabu, 28 November 2012
Makro dalam Bahasa Assembly
Pada pemrograman
modular, sebuah program yang besar dibagi dalam modul-modul yang lebih kecil.
Pembagian program ke dalam modul-modul membuat program lebih mudah untuk
dianalisis, kesalahan lebih mudah diketahui dan pengembangan program lebih
terorganisasi. Pada pemrograman assembly, program juga dapat dibuat dalam
bentuk modular dengan membuat subrutin-subrutin di dalam program utama.
Subrutin-subrutin tersebut berupa prosedur dan makro yang dapat dipanggil dari
program utama jika diperlukan.
Makro (Macro)
Makro hampir
sama dengan prosedur, untuk membuat program yang besar dalam bentuk modular.
Dengan makro tidak perlu digunakan instruksi “Call” dan makro juga mengijinkan
penggunaan parameter. Makro ditulis dalam program sekali tapi disimpan dalam
memori sebanyak pemanggilan makro tersebut. Penggunaan makro tidak memperlambat
program seperti prosedur tetapi makro lebih banyak menghabiskan penggunaan
ruang memori.
Pada pemanggilan
sebuah makro berarti instruksi-instruksi makro tersebut akan dibuat di memori.
Jika pemanggilan lebih dari sekali, instruksi-instruksi makro akan dibuat di
memori lebih dari sekali, sebanyak pemanggilan yang dilakukan. Hal ini
menyebabkan penggunaan label pada makro akan menyebabkan “Error” karena adanya
duplikasi label. Untuk
menghindarinya digunakan direktif local pada label di dalam makro.
Contoh bentuk
makro
NamaM Macro [P1,P2..]
Local Ulang
;
Ulang:
;
;
EndM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar